”Definisi malpraktek dalam dunia kedokteran adalah kelalaian profesional karena tindakan atau kealpaan oleh pihak penyedia jasa kesehatan, sehingga perawatan yang diberikan tidak sesuai dengan prosedur standar medis (SOP) sehingga mengakibatkan kondisi medis yang memburuk, atau kematian seorang pasien”

Belakangan ini banyak dibicarakan orang tentang kasus malpraktek yang dilakukan oleh praktisi medis dalam hal ini adalah seorang dokter terhadap pasiennya. Tidak tau pasti apakah malapraktek itu dilakukan dengan unsur kesengajaan atau  kelalaian dokter itu sendiri dalam menangani pasiennya.  Bicara tentang malpraktek, ternyata cerita atau kejadian itu tak hanya ada atau marak dibicarakan saat ini saja, tetapi sejak dulu pun yang namanya malpraktek itu sudah dan pernah ada

Sedangkan pengertian malpraktek medis itu sendiri adalah adanya kelalaian yang dilakukan oleh seorang dokter dalam melakukan ketrampilan serta ilmu pengetahuannya dalam mengobati pasien seusai dengan standar atau ukuran yang ditentukan. Yang dimaksud kelalaian disini adalah sikap kurang hati-hati dalam melakukan tindakan terhadap pasien, yaitu tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau sebaliknya melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan dalam situasi tersebut.

Tak sedikit dokter protes dan menyatakan tak ada mal praktek dalam setiap kasus. Dengan alas resiko medis atau alasan lain yang biasa digunakan untuk menampik hal tersebut, dengan maraknya kasus mal praktek, sudah semestinya Rumah sakit baik milik Pemerintah ataupun swasta harus lebih mempertimbangkan dan memperhatikan tentang SOP (standard operating procedure), terlebih terhadap setiap tenaga medis yang diperkerjakan.

Namun mirisnya dalam setiapa kasus Mal Praktek di dunia medis, masyarakat sangat sulit untuk membuktikan, hal yang mendasar adalah adanya pihak-pihak yang seolah tutup mata dengan hal tersebut, bisa dari unsur Pemerintah, Dinas terkait, DPRD ataupun penegak hukum, padahal tentu hal tersebut sangatlah berbahaya dan juga merugikan, baik jiwa maupun harta. Kesan pembiaran tersebut seakan menjadi momok tersendiri bagi masyarakat untuk melaporkan tindakan MalPraktek baik yang dialaminya sendiri atau yang dialami kelurganya, terlebih ketika korban atau keluarga korban malpraktek sulit atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan jaminan hukum atas hak-haknya sebagai pasien. Dengan tidak adanya tuntutan  hukum atas tindakan malpraktek yang dilakukan oleh seorang dokter artinya kesadaran hukum ditengah masyarakat sangatlah lemah, Dari hal-hal demikianlah timbul pertanyaan,

  • Akankah kelalaian yang dilakukan oleh soerang dokter tersebut dikatakan sebagai pelanggaran hukum jika pasien atau orang lain tersebut bisa menerima..?
  • Lalu hukuman apakah yang selayaknya diberikan kepada dokter yang melakukan tindakan kelalaian terhadap pasiennya…?
  • Selain diatur dalam Kode Etik Kedokteran, apakah ada hukum pidana atau perdata atas pelanggaran hukum yang dilakukan seorang dokter terhadap pasienya..?
  • Lalu dengan kelalaian yang dilakukan oleh seorang dokter terhadap pasiennya, adakah jaminan hukum terhadap pasien..? Karena selama ini saya melihat korban malapraktek sulit atau bahkan sama sekali tidak mendapatkan jaminan hukum atas hak haknya sebagai pasien.

Pertanyaan pertanyaan seperti ini muncul dikarenakan tidak semua masyarakat/pasien paham isi dari Hukum KODEKI (Kode Etik Kedokteran). (RED)

Print Friendly, PDF & Email

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *